Indonesia
adalah Negara multietnis, yang memiliki keanekaragaman budaya yang tersebar di
Indonesia, tetapi akar budayanya masih sama. Dengan adanya masyarakat yang
multi etnis, maka salah satu hal negatifnya yaitu kerap kali terjadi konflik
etnis. Konflik etnis yaitu suatu bentuk interaksi yang bersifat disosiatif
karena adanya pertentangan diantara etnis yang berbeda yang dapat memicu
destruktif. Contoh konflik etnis: suku Dayak dan Madura.
Adapun
cara menangani konflik etnis di Indonesia yaitu dengan cara akomodasi.
Akomodasi adalah upaya penyelesaian konflik dan terselesaikannya konflik.
Bentuk-bentuk akomodasi meliputi: Adjudifikasi, arbitrase, compromi, negosiasi.
Namun cara yang sering dilakukan untuk menangani konflik etnis di Indonesia
adalah mediasi. Mediasi yaitu upaya menyelesaikan konflik dengan bantuan pihak
ketiga, dimana sifatnya netral hanya sebatas memberikan jalan tengah, tetapi
keputusan tetap ada diantara kedua belah pihak yang berkonflik. Untuk
mengantisipasi terjadinya konflik etnis yaitu dengan cara tidak berpandangan
etnosentrisme yaitu paham yang menilai kebudayaannya sendiri lebih baik dibanding
kebudayaan etnis lainnya dan harus saling bertoleransi dengan perbedaan agama,
suku, ras, gender, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar